Berharap “Lebaran” Seperti Tahun lalu
Surabayamice, ditengah kehidupan kota surabaya, ada seorang ibu pedagang yang mengharapkan dapat menikmati lebaran seperti tahun lalu. Ibu Aisah namaya, penjual busana muslim satu-satunya di sudut pasar kaputren. ibu aisah, yang telah berdagang selama empat tahun dipasar itu merasa akhir akhir ini sepi pembeli, dia kawatir dengan dagangannya .
“Kalau Stok jilbab hingga menjelang lebaran masih banyak, ya repot juga” katanya
menurut dia banyak langgananya yang datang mengunjungi kiosnya, tetapi mereka hanya mampir untuk melihat lihat saja, dan tidak membeli.
“yang lama saja masih bagus kok Bu, nanti saja ya menjelang lebaran”
sepinya pembeli ini di akibatkan dari kenaikan harga BBm sejak Juli lalu, dia mengatakan pelanggannya juga banyak yang hidupnya pas-pasan.
“jangankan untuk membeli jilbab di kios saya, Untuk membeli minyak tanah saja mereka mengeluh” ujarnya
rata rata dalam sehari biasanya ibu aisah bisa menjual sekitar 5-10 jilbab, tetapi akhir akhir ini dia hanya dapat menjual 2-3 jilbab saja dalam sehari. harga jilbab di kios ibu aisah ini beraneka ragam dari harga Rp 15.000 hingga Rp 25.000 rupiah
dalam kondisi seperti ini ibu aisah masih mempunyai sedikit harapan dengan datangnya bulan suci ramadhan dan lebaran. dia mengatakan ” mudah mudahan seperti tahun lalu, sehari sampai 25 jilbab yang terjual” katanya.

Tinggalkan Balasan